Saturday, March 21, 2009

Kritikan utk kawan

"Ukhuwwah bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya ucapan di bibir tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam doanya"
- Iman Ghazali
.
Tak jarang kita tengok orang yg berlaku hipokrit terhadap member sendiri. Mungkin mereka beralasan, "Aku tak nak dia kecik ati dengan aku". Tapi tahu tak, justeru sikap hipokrit itulah yang membuat jiwa rakan kita rapuh, tidak boleh menerima kritikan, dan seterusnya berjiwa kecil.

Mengikut pengalaman aku dlm berkawan (wlaupn aku x ramai kawan), bkn camtu cara nak jaga hati kawan. Kalau sayang kawan, wajib bagi nasihat dari terus melihat dia buat terus kesalahan tu. Dia nak berubah atau tak, terpulang pada indvidu tersebut. Tugas kita sebagai kawan adalah utk bagi nasihat je. Agak2 dia dah x bleh terima nasihat & hati dia keras cam batu, maka doa je la kepada Allah, semoga dia diberikan hidayah utk berubah. Itu je yg kita termampu.
"Kebenaran itu umpama ubat... Pahit! Namun harus tetap ditelan."
Jujurlah pada diri sendiri dan orang lain. Jangan gunakan hipokrit walaupun ia berkesan dlm menangani situasi, kerana hipokrit adalah solusi bersifat sementara dan rapuh. Dan sekiranya ia di konsumsi dlm frekuensi tinggi, ia akan berakumulasi dlm jiwa seterusnya akan meracuni fikiran kita. (ceh, mcm btol je teori aku ni!)

Kadang-kala, kebenaran itu sulit dan sakit utk diterima. Tapi, pengalaman dari kesakitan tersebutlah akan membina kekuatan dalam diri kita supaya tabah menghadapi kenyataan dan kritikan. Ia akan mengambil masa utk memulihkan semangat kita. Jadikan bekas luka dan parut sebagai bukti ketahanan kita menghadapi kesakitan. Jangan biarkan ia menjadi "parut si pengecut".
"Hidup tak selalu indah, langit tak selalu cerah... (bleh sambung lagu ni)"
: Hijaz - Lukisan Alam.
Ayuh kita membina ketahanan mental kita di Pusat Pembinaan Mental Karate - Kyokushinkai Karate Do! (Ini iklan!)

p/s : Kata2 yg tajam utk diri sendiri... (ayat skema x?)

Friday, March 20, 2009

Dilemma De Lament...


Kata orang, hidup memang susah... Apatah lagi bila nak bertahan hidup di tempat asing sebagai pelajar... Bukan hanya belajar, bahkan untuk bersosial pun susah...

Mungkin ada kaitan dengan post sebelum ni, "TILIK / RAMALAN" (bukan ramlan bin ramli)

Tilikan seperti primbon mengunakan tarikh2 tertentu dan nama2 tertentu, mereka bisa menilik nasib manusia dan mengiklankan di koran2 dan TV. "Kamu ga cocok kerja dengan air, kamu cocoknya kerja dalam tanah... Ketik : REGNAMA dan hantar ke (#@*&"

Ayat2 tu dengar macam lucu, tapi pernahkah kita terfikir berapa ramai orang terpengaruh dgn iklan tersebut? Sedangkan kita yg dah tahu hanya ketawa melihat iklan tersebut.

Ok, berbalik kpd persoalan aku. Berbeza dgn menilik nasib, salah ke kalau aku meramalkan fikiran seseorang? Contohnya kalau main chess / catur, kita mesti tahu faham alasan pada setiap gerakan yg pihak lawan buat, kan? Melalui cara itu, siapa yg dapat membaca fikiran dan mendahului fikiran (anticipate) lawan , dia akan menang...

Aku percaya tak ada orang buat sesuatu dengan 'tanpa tujuan' secara berterusan, mesti ada alasan tersembunyi. Tapi sampai tahap tu je la aku dapat mentafsir, sebab aku tak dapat tahu niat dan fikiran sebenar orang lain. (kalaulah aku ada telepati...) Aku hanya dapat mentafsir melalui tindakan dan kata2 mereka. (dlm erti kata lain, bukan mcm baca buku...)

Hmm... Salah ke?

Lalu bagaimana dgn orang yg mengkaji konspirasi menggunakan teori2? Kadang2 kebenaran itu di tutup dari pandangan oleh 1, 2, bahkan 3 lapisan penipuan.

Pendapat anda?

p/s : terlalu peka kadang2 merimaskan...

Tuesday, March 03, 2009

Hororscoph

Salam 'alayk,

Saya agak tertarik dgn tajuk ni sebab saya suka lihat keindahan bintang terang dimalam hari. Sebagaimana indahnya perspektif kita melihat apa2 yg kita sukai. Tapi memandangkan ada dikalangan rakan taulan yang suka mempamerkan bintang horoskop di "page" mereka, ini membuatkan saya gelisah. Yelah, memang susah nak elak dari sekadar melihat jadi "eh, yeke?" (timbul pesoalan, ragu2. dahh.. terpancing)

Apatah lagi yg memang berniat utk mempercayainya. A'udzubillahi min dzalik! Menunjukkan rendahnya sikap tawakkal pada takdir Allah.

Oleh kerana Horoskop menyamai (Qias) Dukun modern, maka dalil dibawah boleh digunakan.
Firman Allah:

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

maksudnya : Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka, syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh (syihab) suluh api yang cemerlang.
(QS Ash Shaffat: 6-10)


Fungsi Bintang:

Qatadah berkata, "Bintang-bintang diciptakan untuk 3 perkara; sebagai hiasan langit, alat pelempar syaithan-syaithan, dan penunjuk arah. Barangsiapa yang menafsirkan keberadaan bintang-bintang itu untuk selain dari 3 perkara tersebut maka dia telah salah dan menyia-nyiakan amalnya serta memberat-beratkan dirinya dengan sesuatu yang tidak ia ketahui.
(HR. Al Bukhori)

Dalam ayat yg lain, Jin-jin itu berkata sebagaimana diceritakan Allah:

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاء فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَساً شَدِيداً وَشُهُباً وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَاباً رَّصَداً

maksudnya : Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
(Al Jin: 8-9)


Namun ayat ini tidak bermakna Allah SWT itu lemah atau lengah. Tetapi syaitan berusaha mencari tahu takdir yang akan terjadi dengan cara mencuri dengar berita dari langit (bayangkan syaitan dah tau risiko curi berita ni, tapi ia tetap berani tanggung risiko demi menyesatkan manusia).

Apabila Allah menetapkan sesuatu urusan di langit, maka bertasbihlah Malaikat penjaga 'Arasyh diikuti tasbih penghuni langit hingga ke langit dunia. Lalu mereka bertanya pada malaikat penjaga 'Arasy, apa yang Allah utuskan, lalu malaikat 'Arasy pun bercerita. Dimana ketetapan itu dibawa oleh para malaikat yang mulia.

Oleh kerana syaitan hanya mencuri dengar, maka maklumat diterima ia pun tidak jelas. Dan kadang kala sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab; namun sebelum sampai kepada para dukun, syaitan (dari bangsa jin) itu telah menambah 1001 kedustaan di dalamnya. Dengan kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal meIakukan 1001 lagi kebohongan. Lalu berita yang ia sampaikan mengandungi lebih banyak kedustaan berbanding 1 kebenaran.

Kemampuan para syaitan ini sebenarnya sangat terbatas sekali. Dan bila Allah SWT menghendaki, mereka pun tidak akan mendapatkan informasi apa-apa. Namun apabila ia boleh mendapatkan secebis informasi, itu adalah sebahagian dari kemudahan yang Allah SWT berikan kepada mereka dalam rangka menyesatkan manusia. Padahal kita tahu Iblis hidup sampai kiamat itu dalam rangka kufur kepada Allah SWT juga kan? Namun memang demikian ketetapan dari Tuhan Maha Adil dan Maha Tahu atas segala sesuatu.

Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu bertanya sesuatu kepadanya maka shalatnya tidak diterima selama empat puluah hari atau empat puluh malam." (Diriwayatkan Muslim)

maka benarlah segala firman Allah.

p/s : pasni boleh la tukar setting kat "page" masing2 kepada "hide" supaya kita tak menyebabkan diri kita dan kawan kita yg lemah iman terpengaruh.

Sunday, February 22, 2009

Living a Life...


Living in a dream or Living a dream? Which one are better? I wonder why I live in a pathetic life. In fact, I always thinking how to get rid the annoying things around me everyday... and it stop there... I have no other option but to endure it.

One day, I walk at beach side watching the horizon. "Subhanallah! How beautiful the sky in the dawn. How unlucky the people who are still in their bed, still swinging by their dream." Suddenly, an old man (maybe around 70's) came out from nowhere. Walking slowly, knocking the sands with his cane. He is blind as I can see the white cataracts in both of his eye. He stood still beside me as pretending to watch the horizon.

"Beautiful eh?" his voice broke the rigid air. "Excuse me?" I replied. "The sky in the dawn, aren't they looks beautiful?". "Uh, yeah!" I answered him. It makes me wonder, how come this blind-old man know the sky is beautiful? "Excuse me sir, how you got blind?" I've thrown my words subconsciously. "I'm sorry sir. I'm not supposed to ask you that. Pardon me."

He smiled, "Don't be sorry, it's okay. I'm born with it. It's congenital blind". Somehow I feel relieve and ashamed in the same time. "Then, how could you tell the sky is beautiful? You never seen it before!". He then smiled again. (I began to think he is a psycho).

"It has nothing to do with it, I've decided in my mind 'the sky is beautiful', it is called -mindset-." He then explained. "I can spend my lovely day enumerating all the difficulties I've to go through to get here. But why should I do so when I can use that time to get up everyday and give thanks to Allah for the other parts of my body are still working in order."

"Happiness is something I can choose it the advance. So, start your day with doing something 'lillahi ta'ala', with that your heart guaranteed to be peace and calm. This blind-old man's words are really hits me. My eyes has been blinded by the 'mirage' while the blind-old man can see the 'world' clearly. After that day, I never seen the blind-old man again. He just disappear to nowhere...

Moral : (Al-Quran, 22:46)

Tuesday, February 17, 2009

Tourist a Stranger?

Praise to Allah,

It has been 3 days since I went back to my hometown; which is located in south-Malaysia and I've saw lot of things have changes here. Last night, I went to a supermarket to buy a few clothes and I’m little surprise there is lot of foreigner especially from middle-east.

I had a short conversation with an Arabs on the other day. He is studying their PhD in UTM and living with his family. He even remember precisely how many of his friends are from Yemen, Saudi Arabia, Iran and else. Then he asked me whether we (Malaysians) accept their existence in here. I smiled. Why not? We glad to have tourists in our country. Besides, you bring lots of money to spend it in Malaysia which is indirectly increase economy of Malaysia.

Uh, oh, and if you’re worried we’ll not accept you just because a title “terrorist” as the media propaganda’s is called on you. Well, don’t be. Coz when you do, that’s will make I’m a terrorist too coz we are in the same boat (Muslims), aren’t we? Please don’t expected us to fooled by “Islamophobia”, coz this term is not thrown just on Arabs, but the Muslims altogether from each parts of the world.

In fact, we’re welcoming you to Malaysia same as we welcoming the other country (as long as we don’t broke the laws, we won’t be harm). I said so because I’m a foreign student in Indonesia and as a citizen of Malaysia. I’ve seen many things happened between these countries. It even caused by little things that caused by misunderstanding and getting incite by the media that can be resolve by meet eye on eye and discuss, neither by press conference nor demonstrations. Of course there is no such a perfect country nowadays. So, the better way is to realize this, give advice and forgive their mistakes.

We just anxious if our leaders take the bait and have a weak judgment, we’ve gone into a war! (may Allah protect us from such things!). The good news is, I’ve found in each country have a good resolution by their NGO’s and some from political party (which is seek the opportunities within the problems). With those effort, insya Allah we’ll rise from the ashes once again. Allahu Akbar!

For your information, since most of tourists like to stay in Kuala Lumpur, they can come to Johor Bahru sometimes coz it is located nearby Singapore. You can take a plane from Senai Airport to Kuala Lumpur if you’re from JB, or you can take one from Changi Airport if you’re from Singapore. I hope you have a pleasant stay in Malaysia while doing your PhD’s (even though it is not a “Visit Malaysia’s” campaign, but I guess it’s ok. lol)

p/s : I would like to write a little longer in the article of… nevermind!

Saturday, February 14, 2009

Quote This : "zaman dah berubah, dunia dah maju"

Alhamdulillah,

Semalam secara rasminya aku menjejakkan kaki di LCCT pada jam 11:20 waktu tempatan, terlalu gembira sebab rasanya dah lama tak balik kampung. Tersenyum sorang2, makcik sebelah pandang aku dgn wajah hairan (gila ke apa budak nie?).

Sampai dalam terminal, amik bagasi ucap selamat pada member2 yg menuju ke pangkuan keluarga masing2. Aku? balik JB saing Suriya. Sampai Pudu, lapar plak. Nampak McDonald, Alhamdulillah ada restoran Syukron "weih, jom pekena mamak!" suriya pun setuju. Gerak, makan.

Aku makan sambil memandang ke luar kaca restoran, nampak gelagat manusia bagaikan robot menuju ke destinasi masing2 dgn muka tanpa ekspressi. Ada sorang pakcik sarat muatan terkial-kial cuba mengangkat barangnya ke atas bibir jalanraya, ditengah kota, di tengah keramaian. Masyarakat seolah-olah buta (atau buat2 buta?), yang ada hanya mata menjeling dan hanya melintas pantas dgn pasangan masing2, taknak amik peduli. Ianya diperlakukan seperti melihat aksi di panggung wayang. Muncul simpati... hanya simpati... dapatkah ia membantu pakcik itu? Akhirnya ia berjaya mengangkut barangnya ke tempat pejalan kaki tanpa sempat aku menghabiskan hidangan.

Suriya dan aku naik bas ke JB. Astaghfirullah, aku terlupa harini hari juma'at. Takpa, aku kan sedang bermusaffir, niat solat buat jama' takhir. Amoi sebelah nampak pelik, entah kenapa. Akhirnya penantian berakhir, semua penumpang lega. bukan sebab dah sampai ke destinasi terakhir tapi sebab bas singgah ke perhentian Yong Peng. Maka berduyun2 manusia yg turun sebab tak tahan nak ke tandas, ada yg nak makan. Aku pun lepaskan hajat gak (tandas, solat, makan).

Lepas tu dah bosan aku nak taip, korang pun mesti dah bosan nak baca lagi. Tapi apa kesimpulan yg aku leh buat utk hari tersebut adalah:

1) Malaysia, sebuah negara yg sedang sibuk membangun dari segi infrastruktur. Tapi ironinya, aku tak nampak kat bahagian mana "pembangunan modal insan" seperti yg pernah diuar-uarkan oleh pemimpin kita. Nampak beza dengan di Kota Padang, Indonesia. Infrastruktur memang tak lah maju sangat (cepat bosan), tapi masyarakatnya mudah senyum. (walaupun mgkn dibuat2, tapi at least mereka cuba utk tersenyum.)

2) Makanan kat Malaysia memang banyak pilihan. :)

3) Aku pulang hanya untuk mengambil motivasi yang hilang (ni cerita bosan)...

Wednesday, February 04, 2009

I'm On The Stage?

Bismillahirrahmanirrahim...

Sebenarnya sejak naik ke tingkatan satu, baru aku sedar aku ada 'fright stage'. Hurmm... Tapi aku rasa bukan aku sorang je kot yang ada 'fright stage', mungkin semua orang ada 'fright stage' cuma kita tak tahu bagaimana cara nak mengawalnya. Ada orang yang semulajadi berani (especially those yang tak pernah rasa kena buli) dan ada yang terpaksa melatih diri berkali-kali baru dapat sedikit keberanian untuk berdepan di khalayak ramai... Tidak mengapa, yang penting adalah niat dan usaha kita serta buat yang terbaik... Let Allah do the rest!




Dari kiri : Firdaus, Shukri, Umar, Aku (kaku!). (rakaman 2007)

p/s : nasib baik ada kawan-kawan yang mengajar erti ketabahan baik yang diatas pentas ataupun disebalik tabir... May Allah bless you all!

Thursday, January 22, 2009

Bila Cinta Sudah Tiada~

Apabila anda sudah tidak mencintai pekerjaan anda,
maka cintailah rakan-rakan anda yang bekerja disana,
Dan bila anda sudah tak bisa mencintai rakan-rakan yang bekerja disana,
maka cintailah suasana tempat anda bekerja,

Jika anda sudahpun tidak mencintai suasananya,
maka cintailah setiap pengalaman perjalanan pergi dan pulang dari tempat kerja,
Dan jika anda tidak menemukan kegembiraan disana,
maka cintailah apa yang bisa anda cintai disitu, awan, angsa, apa saja...

Namun, jika sudah tiada lagi kesenangan yang anda temukan disana,
maka mengapakah anda masih lagi disana???
tiada alasan lagi bagi anda untuk tetap bisa bertahan disana...
Menyingkirlah dari situ dan carilah apa yang anda cintai...


p/s : Saje tulis~ T_T

Thursday, January 15, 2009

Palestin dan Peranan kita...

Assalamualaikum...

27/12/2008, Israel secara rasminya menyatakan akan menyerang Gaza pada keesokan harinya. Tetapi sebaliknya serangan besar-besaran terhadap penduduk Gaza dilakukan pada hari tersebut. Semakin ramai penduduk Palestin yg tidak berdosa menjadi korban ‘genocide’ Zionis kejam laknatullah. Pada hari ke-20, lebih 1000 penduduk terkorban dalam serangan tersebut. What the ‘F’?! This is the real genocide, man! Setelah lebih 6 bulan dikenakan sekatan berbentuk kemanusiaan dan embargo, barulah mereka berani menyerang secara darat.

Jika Israel mengumumkan serangan ke atas penduduk Gaza adalah serang balas atas roket HAMAS yang dilancarkan ke atas penduduk Israel, memang patut pun! Pemimpin manakah yang tak menentang ketika rakyatnya ditindas, kelaparan hinggakan terpaksa makan rumput?! Itupun hanya 1 dari 500 roket ‘handmade’ yang dilancarkan Qassam menyebabkan kematian, sedangkan berapa banyak peluru berpandu, bom, dan senjata buatan kilang Israel yang telah meragut jiwa penduduk Palestin tanpa mengira siapa. Dan sekarang, mereka masih terus mereka senjata yang lebih efektif untuk membunuh sedangkan kita masih leka…


Kemungkinan besar kita tahu perkara ini dan bagi sesetengah masyarakat, mereka sudah bosan mendengar cerita Palestin yg tiada berkesudahan mungkin mengabaikan berita tersebut. Ini bukan lagi masalah Zionis Israel dan Palestin, tapi masalah ummat manusia. Dalam akhbar menyatakan Amerika Syarikat menyokong penuh tindakan anak emasnya; Israel dalam pendiriannya menyerang Gaza, tapi kita semua lupa sebenarnya Rumah Putih kini didominasi oleh yahudi Zionis. Sewaktu ketika dahulu presiden AS; Richard Nixon berasa rimas dengan jumlah yahudi yang menduduki rumah putih, seterusnya beliau membantu puak yahudi bagi membentuk Negara Israel, dan akhirnya meletakkan jawatan. Bukan masalah Amerika memilih Israel sebagai ‘anak emas’ tetapi sebaliknya Israel telah memilih Amerika sebagai ‘boneka’nya dalam langkah menguasai dunia. Hakikatnya, Bush hanyalah sebuah bidak catur yang bisa dikorbankan demi melindungi 'orang atasannya'.


Sehingga kini, banyak pertubuhan telah bertindak utk membantu rakyat Palestin dari pertubuhan NGO mahupun badan pemerintah. Tetapi hampir semuanya tidak memberikan kesan kepada Zionist Israel. Mengapa tidak berkesan? Kerana mereka sedang menguasai ‘media massa’; yg merupakan medium menyebarkan propaganda utk menjayakan ‘Protocol of the elders Zion’. Ironinya, Negara-negara Asia tengah (Arab) hanya berdiam diri dan ada yang masih mengadakan hubungan ‘diplomatik’ dengan Negara haram tersebut (selagi bom tidak jatuh, tank-tank Israel tidak berkeliaran diluar rumah mereka, selagi itulah mereka merasa aman). Negara-negara ‘Islam’ yg lain hanya berpeluk tubuh dan mampu mengutuk dari jauh. Peliknya, tentera-tentera Zionism mengebom gereja kristian dan menghalang paderi kristian di Palestin menyambut ‘pre-christmas’, masyarakat kristian masih membela Zionist Israel. Mengapa? Adakah agama mereka hanya pada nama? Atau pada batin mereka sebenarnya adalah Atheis?


(Will there be peace... Again?)

Sebaliknya lihatlah badan NGO dari Negara-negara lain, mengadakan boikot terhadap setiap produk yg mendanai Israel (McD, Starbucks, Coca-cola, dsb). Sophie Hurndall sister of British fotografer Tom Hurndall, Foto reporter lebih dari 30 pidato ‘Free Palestine’ yg telah mati ditembak ‘headshot’ oleh tentera Zionis ketika beliau sedang menyelamatkan kanak-kanak Palestin. Malah rabbi-rabbi Yahudi juga membantah wujudnya Negara Israel setelah hilangnya ‘peti Tabut’ (tanda kerajaan mereka). Mereka membawa sepanduk menentang keganasan Zionis, (menunjukkan mereka sedia utk hidup berdampingan dengan rakyat Palestin seperti dulu). (cuba bersangka baik…)
. Venezuela dan Bolivia telah mengusir Duta Israel dari negara mereka dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Namun, apakah pula peranan kita dalam masalah ini? Saya bersetuju sekurang-kurangnya kita mendoakan keselamatan dan kejayaan mereka. Tetapi mahukah kita sesuatu yg ‘kurang’ sedangkan kita mampu memberikan lebih? Cukupkah doa tanpa usaha? Cukupkah sekadar berdemo dan mengecam tindakan mereka? Memboikot barangan yang mendukung Israel masih belum memadai, lihatlah berapa orang sajakah yang bersungguh-sungguh utk tidak membeli produk berkenaan? Walaupun ada beberapa produk yang masih belum mampu dibuat oleh negara kita; seperti micro-processor dan IBM masih dikecualikan. Sedangkan banyak lagi produk makanan lain yang dihasilkan dari dalam dan luar negera yang tidak mendanai Israel yang rasanya tidak jauh beza dgn Nestle. Mengapa tidak kita membantu meningkatkan ekonomi mereka pula daripada bembantu syarikat Nestle yg memang telah kaya?

Pemboikotan harus dikerjakan seiringan dengan mengumpulkan dana utk rakyat Palestin. Kita cuma berusaha dan bertawakal, jika dana tersebut diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu, mereka PASTI akan dipersoalkan oleh Allah di akhirat kelak. Inilah inisiatif dari kita. Bahkan ketika ditanya bantuan apakah yg mereka (Palestin) perlukan? Mereka menjawab, “Pulanglah ke tanah airmu dan didiklah anak-anakmu bersungguh-sungguh supaya apabila kami sudah tiada lagi, mereka dapat meneruskan perjuangan kami…”


only war will stop a war!!!

Tidak terketukkah pintu hati kita sewaktu ini? Mereka sedia mati syahid demi mempertahankan tanah air mereka meskipun dianggap ‘terrorist’ oleh masyarakat luar; ketika propaganda Zionis berjaya mengelabui mata dunia. Apakah seseorang itu digelar pengganas jika dia mempertahankan Negara mereka dari tangan penjajah? ‘Am I a terrorist in my own land?’ Jika kita tidak memaksimumkan fikiran, tenaga dan masa kita utk merancang masa depan Palestin mulai sekarang, ketahuilah Al Aqsa akan ranap ditangan mereka…


Wassalam...